Berkunjung ke Baitullah | Terimah kasih atas Semua NikmatMu

Berkah dipenghujung tahun 2016. Mudah mudahan seterusnya tahun ketahun diberi nikmat kesempatan, nikmat kesehatan dan umur yang panjang sehingga dapat kembali ke tempat itu tentunya dengan keluarga tercinta,istri dan anak anak. Amiin.

Hingga dipenghujung tahun 2016 tak pernah berkhayal akan berangkat ke Baitullah, Ceritanya dimulai ketika kedutaan arabsaudi mengeluarkan peraturan tentang visa berbayar umrah dan haji, peraturan itu memuat ketentuan berbayar sekitar  sebesar 2.000 riyal Saudi atau Rp 7 juta bagi jemaah yang pernah umrah maupun haji. Pernah umrah atau haji  yang dimaksud  adalah berlaku bagi  jemaah yang berangkat kedua kalinya, maka untuk umrah kedua dan seterusnya dikenakan biaya visa, tapi untuk yang baru pertama kali melaksanakan haji tidak dikenai biaya tambahan  artinya dalam satu musim umrah hanya berangkat sekali.

Mengapa ketentuan kebijakan visa…. ??? apa hubungannya dengan berkah dipenghujung tahun….!!

Yaaahhh,, !!! semua berawal dari kebijakan visa itu, sebelumnya yang akan berangkat adalah orang tua saya (ibu) tetapi mendengar kabar akan diberlakukannya kebijakan visa tanpa kroscek  maka saya disodorkan untuk sebagai pengganti karena ditahun sebelumnya sudah melaksanakan umroh.

Dan mengapa mesti saya ?? entahlah mungkin sudah panggilan_Nya.

Tak pernah terlintas dipikiran ini bahwa dalam waktu dekat  membayangkan atau apapun tentang Baitullah, shalat di mesjidil haram, berkunjung ke makam Rosulullah SAW, ke tempat tempat sejarah islam lainnya.  Jika hanya sekedar berkhayal  tentunya semua umat muslim ingin berkunjung ke Baitullah melaksanakan haji atau umroh, yakin semua pasti mengingikannya. Tapi bagi saya itu semua dapat terwujud ‘mungkin’ ketika saya sudah berumur,sudah bercucu, sudah mampu dalam hal materi, kebutuhan sdh terpenuhi atau hidup sudah mapan barulah mungkin dapat terwujud.

Hari itu seperti  hari-hari biasanya pulang kerumah dapat perintah untuk segerah membuat paspor.  sambil bertanya paspor untuk apa, dan kemana ??  tidak ada rencana keluar negeri kenapa mesti buat paspor, dari situ dijelaskan kalau ada peraturan baru tentang visa dan saya diajukan sebagai pengganti  tp jadi tidaknya berangkat belum pasti antara iya dan tidak Cuma di suruh buat saja persiapan sewaktu2 dibutuhkan karena membuat paspor setahu saya prosesnya lama dan ribet, kalaupun paspor saya sdh jadi mungkin jadwal pemberangkatan sudah lewat akhirnya batal,  tapi  tak mengapa dicoba. Untuk menuruti perintah maka berangkatlah saya ke kantor imigrasi melihat apa saja yang menjadi persyaratan pembuatan paspor baru tersebut.

Berangkat ke imigrasi masih juga gak percaya, setahu saya berangkat untuk melaksanakan haji dan umrah itu betul-betul panggilan_Nya, dalam hal ini  tdk ada keberuntungan tapi semua itu terbantahkan, Bahkan waktu pertama ke imigrasi ada pemohon paspor yang ingin memberi nomor antrian pemerikasan berkas dengan percuma (bukan calo, no tipu-tipu), orang itu menyodorkan ini Pak ‘no antrian” jika berkas bapak sdh lengkap ambil nomor ini dan silahkan ikut ngantri, Subhanallah.

(Skefo: untuk pemohon paspor untuk mendapatakn nomor antrian harus datang ke kantor imigrasi lebih awal biasanya sebelum shalat subuh sudah harus ngantri, No Antrian dibatasi… tapi ini buka peraturan dari imigrasi loh..,ini dilakukan oleh pemohon sendiri mereka yang sadar akan budaya antri tanpa ada arahan dari pihak imigrasi. tapi entahlah dikantor imigrasi provisi lain ).

Tapi karena saya belum tahu prosedurnya dan niat saya datang hanya ingin mencatat apa sj sebagai persyaratan. Esok harinya,  mungkin sdh jalanNya semua dipermudah proses pembuatan paspor tak ada kendala selesai dalam sehari tapi pengambilan paspor 2 hari berikutnya sesuai prosedur.

Paspor beres sisa pengambilan di hari yang di tentukan. Selanjutnya meskipun keberangkatan belum pasti  hanya untuk bersiap-siap saja jika sewaktu-waktu betul akan diberangkatkan maka saya diajurkan untuk suntik vaksi lebih dahulu.

(Pemberian vaksin meningitis adalah syarat mutlak bagi jamaah haji/umroh  yang akan memasuki wilayah Arab Saudi. Bagi yang tidak diimunisasi meningitis, maka  tidak akan diberi visa. sedikit tentang Vaksin meningitis adalah vaksin wajib yang harus dilakukan calon jemaah haji/umroh untuk melindungi risiko tertular meningitis meningokokus (infeksi yang terjadi pada selaput otak dan sumsum tulang belakang dan keracunan darah).

Pada saat vaksin juga tidak ada kendala semuanya selesai dalam sehari bahkan hanya dalam hitungan jam, datang ke pelabuhan pagi jam 7 dan selesai jam 9 pagi.(tempat suntik vaksin meningitis  Kantor kesehatan Bandara dan Kantor Kesehatan Pelabuhan).

Apakah setelah paspor dan vaksin sudah yakin berangkat atau sudah besar hati berangkat ??

No..No..No sampai saat itu belum yakin dan masih tidak percaya kalau akan berangkat ke Baitullah, supaya nantinya tidak kecewa jadi dibawa santai saja….

Hingga suatu hari dapat  telpon dari pihak travel kalau tanggal pemberangkatan sdh ditentukan dan  bording pass ada . Disitu mulai lemas dan berdebar, rasanya badan ini tiba2 dingin respon tubuh  mungkin saking tak percanyanya saya. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar. semuanya dilancarkan hanya dalam waktu yang cukup singkat  setalah pengurusan paspor, bahkan ada orang yang telah mendaftar diri untuk umroh setahun masih juga keberangkatannya  di tunda atau tertunda (Travel yg brbeda).  disaat itu baru yakin dapat undangan ke Baitullah..

Terimah kasih atas Semua NikmatMu..

Next : Pengalaman selama di Baitullah

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Masalah Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s