Pengalaman selama di Baitullah

Momen momen yang membuat kagum, haru, sedih saat melaksanakan Ibadah Umrah.

Pastinya orang – orang melaksanakan ibadah haji atau umroh niatnya berangkat dari tanah air untuk ibadah bukan untuk jalan2 atau sekedar mengunjungi situs situs sejarah islam, olehnya itu semua yang pertama kali ke Baitullah, melihat langsung, berdiri langsung, shalat langsung didepan kabah pasti akan terharu kagum, haru , takjub bercampur jadi satu.

Waktun itu saya berangkat umroh tanggal 1 februari 2017. Baca  berkunjung ke Baitulah Kalau saya sendiri momen yang tak terlupakan saat umroh yaitu ketika berdesakan ingin shalat di dalam Raodhah, ketika baru pertama masuk masjid Al-Haram, shalat langsung didepan kabbah di imami oleh Imam syekh Sudais, dan ketika melihat jamaah yang entah dari negara mana yang panic dan ketakutan  saat naik escalator.

Mengapa saat di Raodhah ??  

Yaah… saat itu air mata tak tertahankan karena malam sebelum pukul 02.00 dini hari saya sempat melintas di depan Raodhah  yang kebetulan waktu itu cukup lenggang dibanding siang hari untuk shalat di dalam area raodhah, mengapa saya tidak menyempatkan shalat sunnah dll.  waktu itu saya belum tahu kalau disitulah letak Raodhah (maklum baru tiba jd blm tahu situasi, waktu itu juga sangat dingin suhu dibawah 5 ̊ c barangkali faktr itu sehingga agak lenggang, membuat jamaah gak beranjak dari hotel). Dan keesokan harinya saya sdh kesulitan berdesak2sakan untuk bisa masuk ke area Raodhah. saat itu menahan air mata tak bisa, menyembunyikannya seolah tak terjadi apa2 itu tak bisa, hanya persoalan mengapa semalam saya hanya asik saja berjalan, bahwa semalam itu saya di mudahkan untuk masuk di area Raudhah, tapi mengapa tidak menyempatkan diri untuk shalat di area Raodhah meskipun hanya 2 rakaat. Setelah itu sy lebih banyak berada di area Raodhah Selama berada di madina.

Saat pertama melihat langsung Kabbah.

Yakin semua yang baru pertama berkunjung ke Baitullah pasti akan terharu sedih bisa shalat langsung di depan Kabbah apa lagi  mengingat keluarga anak, istri ditanah air, berandai andai andaikan saya bisa berangkat umroh dengan istri dan anak2, itu yang membuat sedih. “Berkhayal kapan bisa berangkat ibadah dengan mereka2”. Apa lagi waktu itu shalat isha di imami oleh Imam masjidil haram yang nada tartilnya menjadi favorit kaum muslimin di seluruh dunia yaitu Imam Abdurrahman as-Sudais, yang suaranya merduh dan ketika mengimami imam ini menagis membuat sebagian jamaah termaksud saya ikut terharu meneteskan air mata.

saya gak sempat merekam tapi jika penasaran dengan Imam Syekh Abdulrrahman as-Sudais silahkan klik video dibawa ini.

 

Kenapa jamaah yang takut naik ekskalator itu menjadi moment yang tak terlupakan ?

Jemaah yang takut naik eskalator (red.tangga jalan)..  disitu saya melihat bahwa bukan hanya orang2 mampu dalam hal materi saja yang dapat berkunjung ke Baitullah tapi betul2 orang yang terpanggil. Mengapa saya bilang mereka tak mampu.. ???? dalam  hal materi kupikir jika dia orang mampu, orang yang cukup berada (dalam hal materi) mana mungkin dia tak pernah menggunakan eskalator hingga ketakutan, saling berpegangan erat, dan akhirnya tangga ekskalator pun dimatikan sejenak lalu dijalankan ulang ketika mereka sudah berada di posisi anak tangga. Hanya membadingkan saja mengapa orang yang boleh dikata sederhana itu, boleh dikata jika dilihat dari penampilan betul betul kategori orang yang tidak berada bisa ke Baitullah sedangkan banyak orang yang lebih mampu hanya asik dengan dunianya. Kembali lagi karena  panggilan bukan sekedar mampu dalah hal materi.

====

Tentang Raodhah

Raodha adalah tempat yang paling mulia di Masjid Nabawi (taman surga)

ما بين بيتي ومنبري روضة من رياض الجنة

antara rumahku dan mimbarku adalah taman (raudhah) dari taman-taman surga

ومنبري على حوضي

dan mimbarku (kelak) akan berada di atas telagaku

Makna hadits ini menyatakan bahwa area tersebut (raudhah) memiliki kemuliaan dan keutamaan. Barangsiapa yang shalat di sana seakan-akan ia telah duduk di taman dari taman-taman surga. Sehingga menjadikan shalat yang dilakukan di sana berpahala banyak. Sebagaimana juga shalat di bagian masjid Nabawi yang lain dilipat-gandakan pahalanya 1000 kali dari shalat di masjid lain kecuali masjidil haram”[1].

Disunnahkan beribadah di raudhah Syaikh Abdullah bin Jibrin rahimahullah juga mengatakan: “raudhah adalah area di sekitar mimbar yang biasa digunakan oleh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam untuk berkhutbah. Raudhah ini termasuk dalam taman-taman surga. Oleh karena itu disunnahkan shalat di raudhah baik shalat fardhu ataupun shalat sunnah. Demikian juga disunnahkan i’tikaf atau duduk untuk berdzikir atau membaca Al Qur’an di sana. Karena beribadah di sana terdapat pelipat-gandaan pahala” [2]. #muslim.or.id

Mau tahu tentang siapa Imam  itu ??

Imam yang tartilnya khas dan biasa kita dengar Tilawah Sebelum Adzan di Masjid masjid. Mengapa imam itu menangis ketika memimpin shalat ?..

Sedikit cerita tentang Imam Itu,dikutip dari djadja.wordpress.com namanya Asy-Syaikh Abdurrahman bin Abdul Aziz bin Muhammad as-Sudais atau lebih dikenal dengan Abdurrahman as-Sudais adalah Imam dan Khatib Masjidil Haram. simak cerita dibawah ini : !! dikutip dari wajibbaca.com

Kisah Seorang ibu yang mendoakan anaknya menjadi Imam Besar Masjidil Haram

Seorang bocah mungil sedang asyik bermain-main tanah. Sementara sang ibu sedang menyiapkan jamuan makan yang diadakan sang ayah. Belum lagi datang para tamu menyantap makanan, tiba-tiba kedua tangan bocah yang mungil itu menggenggam debu. Ia masuk ke dalam rumah dan menaburkan debu itu diatas makanan yang tersaji.

Tatkala sang ibu masuk dan melihatnya, sontak beliau marah dan berkata: “idzhab ja’alakallahu imaaman lilharamain,” yang artinya “Pergi kamu…! Biar kamu jadi imam di Haramain…!”

Dan SubhanAllah, kini anak itu telah dewasa dan telah menjadi imam di masjidil Haram…!! Tahukah kalian, siapa anak kecil yang di doakan ibunya saat marah itu…?? Beliau adalah Syeikh Abdurrahman as-Sudais, Imam Masjidil Haram yang nada tartilnya menjadi favorit kebanyakan kaum muslimin di seluruh dunia.

Ini adalah teladan bagi para ibu, calon ibu, ataupun orang tua… hendaklah selalu mendoakan kebaikan untuk anak-anaknya. Bahkan meskipun ia dalam kondisi yang marah. Karena salah satu doa yang tak terhalang adalah doa orang tua untuk anak-anaknya. Sekaligus menjadi peringatan bagi kita agar menjaga lisan dan tidak mendoakan keburukan bagi anak-anaknya. Meski dalam kondisi marah sekalipun.

Janganlah kalian mendoakan (keburukan) untuk dirimu sendiri, begitupun untuk anak-anakmu, pembantumu, juga hartamu. Jangan pula mendoakan keburukan yang bisa jadi bertepatan dengan saat dimana Allah mengabulkan doa kalian…(HR. Abu Dawud)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Rupa - rupa dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s